Kamis, 20 Juni 2013

metode PAS


Metode pas

BAB I
BARIS
Baris adalah suatu deret tanda bunyi yang bentuknya seperti garis miring, tegak, dan tanda koma, terletak diatas dan dibawah huruf, yang bunyinya identik dengan huruf vokal murni maupun semu.
Adapun sebutan untuk jenis baris :
1.      Baris Dasar ( ---, ---, --- )
2.      Baris Mad ( ---, ---, --- )
3.      Baris tanwin ( ---, ---, --- )
Fungsi baris yaitu sebagai fokus bacaan ( pegangan ) sehingga bunyi bacaan menyatu pada baris tersebut.




BAB II
HURUF
Huruf adalah suatu tanda ( lambang ) bunyi yang mempunyai bentuk dengan cirri-ciri tertentu, baik mempunyai titik penyerta atau tidak. Huruf dalam Al-qur’an urutan abjadnya disebut huruf Hijaiyah disingkat Rufyah yang dimulai dari Alif sampai Ya sebagai huruf dasar berjumlah 29 huruf.
Rumpun keluarga :
1.      Ganda :5                  
           3
              
            2
            
            
            
             
              
2.      Tunggal
·         Tinggi            
·         Rendah             
Kunci standart pengenalan huruf ialah dengan cara membatasi penglihatan pada :
a.       Bagian kepala huruf baik huruf dasar maupun dalam relasi 9 rangkaian
b.      Titik penyerta :
Ø  Bagian huruf yang bertitik
Adapun jumlah titik : 1, 2, dan 3. Letak titik di atas atau di bawah
c.       Huruf utuh atau parsial
-          Huruf utuh : dal, zal, zai, wau, to, zo, hamzah, alif, lam, kaf, ha.
-          Huruf persial : nun, ha, ya, ta, sa, ha, jim, kho, fa, qof, sin, syin, sod, dod, ain, gin, mim.

Proses pengenalan huruf dasar ada 12 tahap
1.      Tipe garis atau sampan     =  =
2.      Tipe pakis WḞQ                = Waw, Fa, Qof  =  ,ﻓ  ,ﻭ  
3.      Tipe paruh HJKh               = Ha, Jim, Kho    =   ,ﺠ  ,ﺣ
4.      Tipe gigi SiSy                   = Sin, Syin          =    ,ﺴ
5.      Tipe arit RoZa                  = Ro, Zai             =   ,ﺮ
6.     Tipe udang DaZa               = Dal, Zal            =   ,ﺩ
7.      Tipe siku LaKa                 = Lam, Kaf                   =  ,ﻠ
8.     Tipe tiang-layang Netral      = Alif, Hamzah    =    
9.      Tipe daun-buah HaM                   = Ha, Mim           =  
10.                        Tipe balon bertiang ToZo    = To, Zo              =   
11.  Balon bertali SoDo            = Sod, Dod                     =   
12.  Tipe ular ÁGhi                  = Ain, Ghoin         =     



BAB III
TANDA BACA ( Tanca)
            Tanda baca adalah suatu tanda yang umumnya terletak diatas huruf untuk mengendalikan bunyi suatu huruf dalam ayat.
Wujud dari tanca adalah dalam bentuk simbol huruf atau bagian kepala huruf tertentu, seperti   ( kepala huruf Wau / ),    (kepala huruf sin/ ), huruf dan lain-lain.
Tanca dilihat dari pengaruhnya terhadap bacaan, tanca terdiri dari dua kelompok yaitu Tanca Primer dan Skunder.
a.       Tanca primer
Adalah kelompok Tanca yang berfungsi untuk mengendalikan ketepatan bunyi suatu bacaan pada ayat.
·         Tanca Sakin / Sukun ---,--- ; tanda seperti kepala huruf waw dengan maksud, huruf dibawahnya tidak berbunyi sendiri melainkan huruf tersebut digabungkan bunyinya dengan huruf yang berbaris di belakangnya.
Contoh :
                    =  Ban-Tu
·         Tanda Tasdid / Sabdu --- ; adalah suatu tanda seperti kepala huruf sin dengan maksud huruf dibawahnya sebenarnya ada dua. yang pertama sakin semu yaitu bunyinya dikaitkan dengan huruf yang berbaris dibelakangnya. Yang kedua hurufnya berbaris.
Proses Asal  :                           =   nis – sin

Menjadi         :                            =   ni – ssin

Contohnya   :                    = ya - nni -  ta

b.      Tanca Sekunder ( di bahas pada BAB V )

Khusus huruf tertentu apabila terdapat tanca sakin ‘    ‘ .
a.       Huruf Alif /    ; kebal terhadap tanca dan transparan / tembus oleh baris.
b.      Huruf Hamzah (    ), jika bersakin/  =  k  (ringan)
c.       Huruf ‘Ain (  ), jika bersakin/           =  ‘k (sengau)
d.      Huruf Wau (    ), jika bersakin/         =   u
e.       Huruf Ya (     ), jika bersakin/              =   i

Contoh :
                                              =  wasli                                     =  I’lan
                     =  ya’adan                            =  kuda                         =  ikan

BAB IV
RELASI HURUF
 Relasi Huruf  ( Siruf ) adalah hubungan huruf dalam bentuk suatu kata/kalimat yang dilengkapi dengan baris dan atau tanda baca baik berangkai total, parsial, maupun lepas.
Ekspresi suatu bunyi dari relasi huruf (Siruf) yang dilengkapi tanda baris maupun tanda baca disebut dengan Relasi Bacaan.
Untuk mengetahui suatu siruf / bacaan dalam membentuk kalimat / ayat, apakah bias berangkai / tidak, atau bentuknya tetap / berubah, maka perlu diketuhai unsur-unsur / Elemen Relasi huruf, yang meliputi :
a.       Unsur Posisi
Untuk mengetahui letak / posisi huruf  dalam suatu bacaan yang terdiri dari :
1)        Posisi huruf dasar / asli
2)        Posisi dalam siruf, baik pada posisi 1 (huruf awal), posisi 2 (huruf tengah), posisi 3 (huruf akhir)
b.      Sifat Huruf
Sifat huruf dalam menempati posisinya, terdiri dari :
1)        Mandiri, berarti hurufnya tidak dapat dirangkai dalam semua posisi, dalam siruf menggunakaan salah satu dari huruf Alif, Wau, atau Ya ( AWY ).
2)        Egoistis, ialah huruf yang dalam relasi hanya dapat diposisi ke 3, sedangkan bila menempati 1 / 2 maka akan terjadi pengalihan nama / inisial, atau huruf tersebut akan rancu.
3)        Elastis, adalah huruf didalam relasi dapat / bebas memasuki ke-3 posisi (posisi 1,2,&3). Tetapi bentuk hurufnya selain masih tetap / identik, ada beberapa yang megalami perubahan / variasi.
c.       Bentuk Huruf  dalam Relasi
Sesuai poin b.3) di atas, maka sifat huruf yang elastis berpengaruh pada bentuk huruf asal / dasar, sehingga dapat dikelompokkan :
1)        Bentuknya tetap / identik (mono bentuk), meliputi :
Huruf Mandiri                                         :  1 huruf, yaitu :
a.       Huruf Egoistis     :  6 huruf, yaitu : ﻮ , ﺯ , ﺮ , ﺬ , ﺪ ,ﺍ
b. Huruf Elastis         :  17 huruf, yaitu : ﻞ , ﻅ , ﻄ , ﺾ , ﺺ ,ﺶ ﺱ , ﺡ  ﺥ , ﺝ , ﻒ , ﻖ , ﺚ , ﺖ , ﻱ , ﺐ , ﻥ
2)        Bentuknya berubah / variatif (multi bentuk) :
Terjadi untuk 5 huruf yaitu :
a)    Kaf /      berubah diposisi 1 dan 2
Ha /    ; Mim /    ; ‘Ain /     ; Ghoin /       ; berubah diposisi 2 & 3.

BAB V
KAIDAH BACAAN ( KACA )

A.     Bacaan / relasi khusus
Relasi Khusus adalah suatu bacaan / kalam yang terdiri dari huruf tertentu dibaca secara khusus sesuai dengan sebutan asli dari huruf tersebut dan hanya terdapat di awal 29 surah.
Susunan huruf pada kalam dan terdapat dalam surah tertentu, meliputi :
·      1 hrf. (3 surah) : S.38*, S.50, S.68 
·      2 hrf. (9 surah) : S.20, S.27, S.36, S.40-41, S.43-46.
·      3 hrf. (13 surah) : S.1,3,29-32, S.10-12,14,15, S.26,28
·      4 hrf. (2 surah) : S.7,13
·      5 hrf. (2 surah) : S.19,24
     Catatan : * = surah ke-
Jenis kalam dari 29 surah hanya ada 14 jenis bacaan, yaitu :
a.                                 =  Sooooood
b.                                =  Qoooooof
c.                                 =  Nuuuuuun
d.                                =  Too­-haa
e.                                 =  Too-Siiiiiin
f.                                 =  Yaa-Siiiiiin
g.                                 =  Haa-Miiiiiim
h.                                =  Aliflaaaaaam-Miiiiiim
i.                                  =  Aliflaaaaaam-Roo
j.                                  =  Too-Siiiiiin-Miiiiiim
k.                                =  Aliflaaaaaam-Miiiiiim-Sooooood
l.                                  =  Aliflaaaaaam-Miiiiiim-Roo
m.                                =  Kaaaaaaf-­Haa-Yaa-‘Aiiiiiin-Sooooood
n.                                =  Haa- Miiiiiim-‘Aiiiiiin- Siiiiiin-Qoooooof
Ket. : ---   = 2 harkat/ 2 ketukan/ 2 lipatan jari tangan.
          ---   = 6 harkat/ 6 ketukan/ 6 lipatan jari tangan.
B.     AL ( ا ) : Alif Lam
1.      Pengertian : huruf AL adalah suatu huruf perangkat setting / dual yang terdiri dari huruf Alif & Lam dan merupakan awalan bunyi / suara dari kata / kalimat.

2.      AL ada  2 kelompok yaitu : Alif-Lam Qomariyah (ALqom) dan Alof-Lam Syamsiah (Alsyam).

3.      Alqom huruf nya dapat dibaca sedangkan Alsyam hurufnya tidak dapat dibaca. Selain Al-Qomsyam, ada huruf AL yang tidak bisa dibaca melewati bunyi huruf Alifnya, seperti : Alqou, Alhimni, Alqo. Keanggotaan Alqom & Alsyam berjumlah 14 huruf.
  -Huruf dominan adalah huruf kedua setelah AL dan yang menentukan ciri / sifat AL tersebut.

4.      Perbedaan Alqom & Alsyam yaitu :
-    Alqom      =  terdapat tanda sakin ‘    ‘ , hanya ada baris, dan AL dirangkai dengan hrf. berbaris 
                  dibelakangnya
-    Alsyam     =  tidak ada tanda sakin, selain baris ad tanda tasdid ‘     ‘ , dan AL tidak dirangkai /
                  dibaca, kecuali hrf. yang berbaris dibelakang langsung dibaca pada hrf.  
                  dominannya.

5.      LAM JALALAH
Adalah huruf lam yang terdapat pada kalam Allah ( ) asalnya dari         +        menjadi satu kesatuan. Cara membaca kalam Allah ada 2, yaitu dengan cara :
1. Biasa / Normal, bila dibelakangnya huruf berbaris dibawah.
2. Tebal / Sengau, bila dibelakangnya huruf berbaris atas.


C.       HURUF KOMBINASI
1.         Pengertian
Huruf kombinasi adalah huruf yang secara fisik / lambangnya terlihat satu tetapi dari sisi pembacaan / fungsinya ada 2 huruf / suara.
2.         Kombinasi
Huruf kombinasi (kombi / dual) ada 2 yaitu :
a.       Huruf lam-alif, terdiri dari unsur :        dan   ا   , sehingga menjadi       .
Pada umumnya  huruf lam-alif ini berada di awal kalam.
b.      Huruf (Ta-Bulat / Sanggul 0 yang terdiri dari unsur :
·      Ta /      : yang selalu memiliki baris.
·      Ha /    : dengan fungsi bersakin semu.
       Huruf ini selalu berada diakhir kata / kalam.

3.         Proses Evaluasi Huruf Kombi
·      Lam-Alif terdiri dari lam dan alif menjadi satu bentuk kesatuan huruf yaitu
·      Ta-Bulat terdiri dari huruf Ta dan Ha menjadi satu bentuk kesatuan huruf yaitu

4.         Cara membaca huruf kombinasi
1)      Pada   , alifnya baik berbaris atau fungsinya adalah sebagai mad / tidak berbunyi sehingga huruf yang berbunyi hanya lam.   
2)        Cara membaca huruf ta-bulat ( ) yang selalu berada diakhir kata, tidak dapat dibaca sekaligus / berurutan untuk bunyi kedua hurufnya (ta dan ha), melainkan gantian, yaitu :
a.       Dapat dibaca Ta /   apabila barisnya masih terus berlanjut tanpa berhenti.
b.      Apabila bacaan yang dihentikan berakhir pada huruf    maka yang difungsikan adalah ha / (bersakin semu).

A.       FUNGSI  AWY ( Alif, Wau, dan Ya )
1.    Pengertian :
Fungsi AWY adalah kedudukan huruf Alif, Wau, dan Ya pada kalam / kata di dalam relasi ayat.
2.    Kedudukan / Fungsi AWY di dalam relasi ayat ada 5, dengan cirri-cirinya sbb :
a.    Sebagai Mad / Saksi atau pemanjang bunyi suatu kata, apabila :
-  Alif tanpa baris mengiringi huruf berbaris di atas ( ا --- )
-  Wau bersakin (   ) mengiringi huruf berbaris di depan ( --- )
-  Ya bersakin (    )  mengiringi huruf bersakin di bawah (    --- )
b.    Sebagai penyerta / pelengkap suatu kalam, apabila :
-  Alif tanpa baris mengiringi    di akhir kata (   ﻮا  --- )
-  Wau tanpa tanca / baris, mengiringi huruf berbaris mad di atas  (  --- )
-  Ya tanpa titik, baris dan tanca, mengiringi huruf berbaris mad di atas (  --- )
c.    Sebagai penopang / perumahan huruf hamzah /    , apabila :
-  AWY tidak berbaris, dan
-  Hamzah dalam kondisi bersakin (    ) atau berbaris
d.    Sebagai kombinasi bunyi ( kecuali Alif ) dan bukan sebagai mad, dimana fungsinya sama seperti huruf lainnya. Baris yang mengikuti berlawanan dengan fungsinya sebagai mad.
e.    Sebagai mandiri, fungsinya sama seperti huruf lainnya, sepanjang huruf didepannya tidak ada yang bersakin / bertasdid.
Catatan :
Untuk 2.b & c, pada prinsipnya AWY tidak terbaca / sebagai pelengkap dan penopang huruf umumnya.

B.       NUN-SAWIN
1.    Istilah dan Pengertian
a.    Istilah : Nun-Sawin adalah singkatan dari :
-   Nun Sakin / bersakin (     ), dan
-   Nun didalam baris tanwin ( --- , --- , --- ) Sawin.
b.    Pengertian :
Nun-Sawin adalah suara Nun, baik dalam bentuk Nun bersakin, maupun yang berwujud baris tanwin dalam suatu bacaan kalam / ayat.
c.    Fokus Nun-Sawin terletak pada ’’bunyi’’/ suara Nun /      .

2.    Cara Membaca Nun-Sawin
Apabila pada suatu kalam / antara kalam, terdapat Nun-Sawin bertemu dengan huruf lainnya maka cara membacanya di bagi 2 kelompok :
a.       Di baca biasa / normal apabila bertemu 20 huruf.
b.      Dibaca secara Deviasi Adaptasi, apabila bertemu 9 huruf dan dibagi dalam 3 variasi, yaitu Suara Nun Sawin di baca :
1.    Luluh / korban bunyi, jika berjumpa 5 huruf : Lam, Ro, Waw, Ya, dan Mim.
2.    Pemalingan / penukaran kepada Mim.
3.    Joint / kombinasi konsonan sengau “NG” jika bertemu Qof & Kaf.

C.  WAQOF
1.    Pengertian
Waqof adalah keadaan seorang pembaca menghentikan suatu bacaan ayat pada posisi tertentu.
2.    Penyebab Waqof
a.    Nafas darurat
b.    Tanda waqaf (TW)
c.    Tanda lain dengan isyarat tertentu
3.    Tanda Waqof :
a.       Tw. Lazim               :    م
b.      Tw. Nahi                 :   
c.       Tw. Jaiz                   :   
d.      Tw. Waslu Ula         :    
e.       Tw. Wagfu Ula        :         
f.       Tw. Mu’anaaqoh     :
g.       Tanda Saktah           :
4.    Kaifiyat / Cara Waqof
Prinsipnya ada 3 cara mewaqofkan bacaan, yaitu dengan melihat pada huruf / baris terakhir suatu kata / kalimat :
a.       Menetapkan bacaan yang akhirannya ditandai dengan kode / indeks.
b.      Dengan mendekat / mengulangi bunyi n = u / meluluhkan baris satu dari tanwin.
c.       Dengan mendekat / menghilangkan bunyi dan hurufnya bersakin semu.

D.  WASHOL
1.    Pengertian
Washol adalah keadaan seorang pembaca apakah setelah menghentikan suatu bacaan / menyambung kembali bacaan pada kalam berikutnya.

2.    Cara Washol :
a.         Melanjutkan diujung waqof bacaan.
b.         Mundur satu kata atau lebih dari tempat waqof bacaan

3.    Tanda washol dan nun-washol

4.    Shofr Mustatil dan Mustadir
a.    Shofr Mustatil adalah bulatan lonjong diatas alif (     )
Cara membacanya :
·      Jika Waqaf        :  dibaca bermad (panjang)
·      Jika Washol       :  dibaca non mad (pendek)
b.    Shofr Mustadir adalah bulatan kecil diatas alif
                         





1 komentar:

  1. Info yg bermanfaat. Mkasih saudaraku ADMIN, semoga jadi amal jariyah. Aamiin..

    BalasHapus