Rabu, 19 Juni 2013

delapan keterampilan mengajar




Adapun beberapa keterampilan dasar yang dianggap sangat penting dan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar khususnya dalam implementasikan Kurikulum di antaranya :

1.    Keterampilan Bertanya

Ada yang mengatakan bahwa “berpikir itu sendiri adalah bertanya”. Bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respon dari seseorang yang dikenal. Respon yang di berikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Jadi, bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan berpikir. Dalam proses belajar mengajar, bertanya memainkan peranan penting sebab pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik pelontaran yang tepat akan memberikan dampak positif.
Adapun Dasar-dasar Pertanyaan yang baik, antara lain :
a.    Pertanyaan harus jelas dan mudah dimengerti oleh siswa.
b.    Dalam memberikan pertanyaan berikan informasi yang memadai untuk     menjawab pertanyaan.
c.    Pertanyaan erfokus pada suatu masalah.
d.    Berikan kepada siswa waktu yang cukup mempersiapkan jawaban.
e.    Distribusikan semua pertanyaan kepada seluruh siswa secara merata.
f.     Berikan stimulus dan respon yang ramah agar siswa tergerak dan mau menjawab pertanyaan yang diajukan.
g.    Bimbinglah siswa agar dapat menemukan jawaban sendiri dnegan baik dan benar.
Pertanyaan yang baik di bagi menjadi dua jenis, yaitu pertanyaan menurut maksudnya dan pertanyaan menurut taksonomi Bloom. Pertanyaan menurut maksudnya terdiri dari : Pertanyaan permintaan ( compliance question), pertanyaan retoris (rhetorical question), pertanyaan mengarahkan atau menuntun (prompting question) dan pertanyaan menggali (probing question). Sedangkan pertanyaan menurut taksonomi Bloom, yaitu: pertanyaan pengetahuan (recall question atau knowladge question), pertanyaan pemahaman (conprehention question), pertanyaan penerapan (application question), pertanyaan sintetis ( synthesis question) dan pertanyaan evaluasi (evaluation question).


Tujuan-tujuan dalam memberikan pertanyaan tersebut adalah:
a.     Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu pokok bahasan.
b.     Memusatkan perhatian siswa terhadap suatu pokok bahasan atau konsep.
c.      Mendiagnosis kesulitan-kesulitan khusus yang menghambat siswa belajar.
d.     Mengembangkan cara belajar siswa aktif.
e.     Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasimilasikan informasi.
f.       Mendorong siswa mengemukakannya dalam bidang diskusi.
g.     Menguji dan mengukur hasil belajar siswa.
h.     Untuk mengetahui keberhasilan guru dalam mengajar.
Untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, guru perlu menunjukkan sikap yang baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa dan harus menghindari kebiasaan seperti : a) menjawab pertanyaan sendiri, b) mengulang jawaban siswa, c) mengulang pertanyaan sendiri, d) mengajukan pertanyaan dengan jawaban serentak, e) menentukan siswa yang harus menjawab sebelum bertanya; dan f) mengajukan pertanyaan ganda. Dalam proses belajar mengajar setiap pertanyaan, baik berupa kalimat tanya atau suruhan yang menuntut respons siswa sehingga dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa, di masukkan dalam golongan pertanyaan.
Keterampilan bertanya di bedakan atas keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjut. Keterampilan bertanya dasar mempunyai beberapa komponen dasar yang perlu diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan. Komponen-komponen yang di maksud adalah : pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singakat, pemberian acuan, pemusatan, pemindah giliran, penyebaran, pemberian waktu berpikir dan pemberian tuntunan.
Intinya, komponen-komponen keterampilan bertanya tingkat dasar yaitu :
a.  Penggunaan pertanyaan harus secara jelas dan singkat.
b.  Pemberian tuntunan.
c.   Tunjukkan keantusiasan dan kehangatan.
d.  Berikan waktu dan kesempatan secukupnya kepada siswa untuk berpikir.
e.  Atur lalu lintas bertanya jawab.
f.    Hindari pertanyaan ganda.
 Sedangkan keterampilan bertanya lanjut merupakan lanjutan dari keterampilan bertanya dasar yang lebih mengutamakan usaha mengembangkan kemampuan berpikir siswa, memperbesar  partisipasi dan mendorong siswa agar dapat berinisiatif sendiri. Keterampilan bertanya lanjut di bentuk di atas landasan penguasaan komponen-komponen bertanya dasar. Karena itu, semua komponen bertanya dasar masih dipakai dalam penerapan keterampilan bertanya lanjut. Adapun komponen-komponen bertanya lanjut itu adalah : pengubahan susunan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan, pengaturan urutan pertanyaan, penggunaan pertanyaan pelacak dan peningkatan terjadinya interaksi.
Intinya, komponen-komponen keterampilan bertanya tingkat lanjut yaitu :
a.  Mengubah tingkat pertanyaan kognitif secara berjenjang.
b.  Mengatur urutan pertanyaan.
c.   Menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang bersifatnya melacak.
d.  Mengupayakan terjadinya Interaksi.

2.       Keterampilan Memberikan Penguatan ( Reinforcement )

Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal ataupun nonverbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan memberikan informasi atau umpan balik (feed back) bagi si penerima atas perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi.
Tujuan dari pemberian penguatan (reinforcement) adalah :
1.  Meningkatkan perhatian siswa terhadap proses pembelajaran yang sedang  berlangsung dan materi pelajaran yang sedang dibahas.     
2.  Meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa.
3.  Meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran dan mengarahkan kepada perilaku yang produktif.
Penguatan juga merupakan respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Penggunaan penguatan dalam kelas dapat mencapai atau mempunyai pengaruh sikap positif terhadap proses belajar siswa dan bertujuan untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran, merangsang dan meningkatkan motivasi belajar dan meningkatkan kegiatan belajar serta membina tingkah laku siswa yang produktif. Keterampilan memberikan penguatan terdiri dari beberapa komponen yang perlu dipahami dan dikuasai penggunaannya oleh guru agar dapat memberikan penguatan secara bijaksana dan sistematis.
Komponen-komponen penguatan (reinforcement) anatara lain :

1.    Penguatan Verbal
Merupakan penguatan yang diungkapkan melalui kata-kata yang diucapkan oleh guru baik kata-kata pujian dan penghargaan atau kata-kata koreksi, persetujuan dan sebagainya. Misalkan ketika guru mengajukan sebuah pertanyaan kemudian dijawab siswa dengan tepat maka guru memberikan pujian kepada siswa tersebut dengan mengatakan :”Seratus buat kamu!”, “Sangat tepat jawabanmu”, atau “Wah...cerdas kamu”, dan lain sebagainya.

2.    Penguatan Non-Verbal       
Merupakan penguatan yang diberkan oleh guru melalui ungkapan bahasa isyarat dengan menggunakna bahasa tubuh, misalkan melalui acungan jempol atau anggunkan kepala tanda setuju, penguatan berupa mimik dan gerakan badan, penguatan dengan cara mendekati, penguatan dengan sentuhan (contact), penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan, penguatan berupa simbol atau benda dan penguatan tak penuh.

3.    Keterampilan Mengadakan Variasi

Dalam kegiatan proses belajar mengajar suatu saat, baik guru dan terutama siswa akan merasakan kejenuhan atau kebosanan. Dampak yang terjadi pada siswa yaitu mulai dari kurangnya perhatian, mengantuk, mengobrol, melakukan aktivitas sendiri, mencari perhatian bahkan tak terhindari ada siswa yang mencoba mengganggu teman lainnya. Bila hal ini terjadi guru harus mengadakan variasi dalam mengajar. Variasi dalam mengajar adalah salah satu keterampilan guru dalam proses interaksi belajar mengajar yang bertujuan untuk mengatasi tingkat kebosanan belajar siswa, sehingga siswa menunjukkan kembali ketekunan, kegairahan serta partisipasi dalam proses pembelajaran.
Tujuan Variasi Pengajaran :
1.  Membangkitkan, meningkatkan serta memelihara perhatian siswa selamaproses pembelajaran berlangsung.
2.  Pemberian kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya terhadap hal-hal yang baru.
3.  Memberikan kesempatan kemungkinan berfungsinya motivasi belajar siswa.
4.  Memberi kesempatan kepada sisiwa untuk memperoleh cara menerima pelajaran yang disenanginya.
5.  Memupuk dan membentuk sikap positif siswa terhadap guru di sekolah.
6.  Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuannya.
7.  Memberikan ke mungkinan kesempatan belajar secara individual.
8.  Menyediakan lingkungan yang kondusif bagi siswa untuk belajar.
 Variasi dalam kegiatan belajar mengajar dimaksudkan sebagai proses perubahan dalam pengajaran yang dapat di kelompokkan ke dalam tiga kelompok atau komponen, yaitu :
a.     Variasi gaya mengajar
Variasi dalam cara mengajar guru yang dapat dikembangkan meliputi :
1)  Penggunaan variasi suara / teacher voice (rendah, tinggi, besar, kecil)
2)  Pemusatan dan penekatan perhatian siswa.
3)  Membuat kesenyapan, kebisuan, dan selingandiam sebentar.
4)  Mengadakan kontak pandang dengan siswa.
5)  Penggunaan bahasa tubuh atau gerakan anggota badan.
6)  Perubahan posisi guru dari depan ke belakang atau dari kiri ke kanan.
b.     Variasi dalam penggunaan alat, media, dan sumber belajar
Penggunaan alat, media,dan sumber belajar yang dapat dilihat (grafik, bagan, poster, diorama, specimen, gamabar, film, slide)
1)  Penggunaan alat, media, dan sumber belajar yang dapat didengar (tape recoder, suara tape, puisitasi, dll.)
2)  Penggunaan alat, media, dan sumber belajar yang dapat dilihat dan didengar (televise, LCD, internet,dll.)
3)  Penggunaan alat, media, dan sumber belajar yang dapat diraba, dimanipulasi dan digerakkan (model, topeng, patung, dll.)
4)  Penggunaan alat, media,dan sumber belajar yang dapat didengar, dilihat, dan diraba (film, televise, slide proyektor,dll.)
c.    Variasi dalam pola interaksi belajar-mengajar
1)  Interaksi satu arah yaitu interaksi antara guru dan siswa, dimana guru menempatkan diri sebagai pusat interaksi terhadap seluruh siswa.
2)  Interaksi Dua arah, yaitu merupakan interaksi yang dikembangkan dari guru kepada siswa dan juga memberikan kesempatan kepada sisiwa untuk berinteraksi kepada siswa.
3)  Interaksi Multi arah yaitu pola interaksi yang dikembangkan antara guru dengan siswa dan siswa dengan guru dan juga interaksi antara siswa sendiri secara bergantian.
            Penggunaan variasi polainteraksi dimaksudkan agar tidak menimbulkan kebosanan, kejemuan, serta untuk menghidupkan suasana kelas demi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan.

4.  Keterampilan Menjelaskan

Yang dimaksud dengan keterampilan menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya. Menjelaskan merupakan salah satu kegiatan guru terpenting dalam proses pembelajaran. Keterampilan menjelaskan pada dasarnya merupakan keterampilan berkomunikasi secara lisan yang bersifat kelompok maupun antar personal yaitu antara guru dengan seluruh siswa atau terkadang antara seorang guru dengan seorang siswa. Maka hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
1)  Prinsip-prinsip Menjelaskan
a.  Penjelasan dapat diberkan selama pembelajaran berlangsung, baik di awal, di tengah maupun di akhir pelajaran.
b.  Guru harus mengusahakan terjadinya kontak pribadi secara terus-menerus dengan siswa selama kegiatan proses penjelasan berlangsung.
c.   Guru harus menguasai, tegas, dan meyakinkan dalam menjelaskan materi pelajaran.
d.  Menguraikan materi pokok disertai dengan fakta dan data serta pendapat sendiri secara sistematis dan logis.
e.  Penjelasan harus menarik perhatian siswa dan sesuai dengan kompetensi dasar, standar kompetensi, materi pokok, dan indikator pembelajaran.
f.    Penjelasan dapat diberikan untuk menjawab pertanyaan peserta didik atau menjelaskan materi standar yang sudah direncanakan untuk membentuk kompetensi dasar dan mencapai tujuan pembelajaran.
g.  Jangan terpancing emosional menjawab pertanyaan siswa yang kadang tidak sesuai dengan materi pelajaran yang dibahas.
h.  Materi yang dijelaskan harus sesuai dengan kompetensi dasar, dan bermakna bagi peserta didik.
i.    Penjelasan yang diberikan harus sesuai dengan latar belakang dan tingkat kemampuan peserta didik.
2)   Tipe-tipe Keterampilan Menjelaskan
a.  Tipe Generalisasi adalah keterampilan menjelaskan dari hal-hal yang umum (definisi, kesimpulan) kemudian diuraikan kepada hal-hal yang khusus berdasarkan data-data, fakta serta peristiwa yang mendukung.
b.  Tipe generalisasi berdasarkan maksud dan fungsi adalah keterampilan menjelaskan suatu tujuan dan fungsi dari suatu definisi atau pertanyaan.
c.   Perkembangan, urutan, keturunan secara genetic, menjelaskan secara kronologis atau berdasarkan urutan sejarah dan urutan waktu.
3 Langkah-langkah dalam Menjelaskan
a.  Perencanaan
b.  Penyajian       
4)   Komponen-komponen Keterampilan Menjelaskan
a.  Merencanakan:
1)    Isi pesan (materi)
2)    Penerima pesan (siswa)

b.  Menyajikan suatu penjelasan
1)    Kejelasan
2)    Penggunaan contoh dan ilustrasi
3)    Pemberian tekanan
4)    Balikan

5.  Keterampilan Membuka dan Menutup pelajaran

A.   Membuka Pelajaran (Set Induction)
Membuka Pelajaran (Set Induction) adalah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prokondusi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar.
Secara khusus tujuan membuka pelajaran adalah untuk :
1)  Mempersiapkan mental siswa agar siap memasuki persoalan yang akan dipelajari atau dibahas dalam proses pembelajaran.
2)  Menarik minat dan perhatian siswa.
3)  Menumbuhkan motivasi belajar siswa.
4)  Memberikan acuan atau rambu-rambu tentang pembelajaran yang akan dilakukan.
5)  Membuat kaitan atau hubungan antara pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa dengan materi atau pengalaman belajar yang akan diberikan kepada siswa.
6)  Membuka pelajaran juga dapat digunakan untuk mengetahui entering behavior atau tingkat kesiapan dan penguasaan siswa terhadap materi yang akan diajarkan.
Adapun Komponen keterampilan membuka pelajaran meliputi:
a.  Menarik perhatian siswa.
b.  Menimbulkan motivasi.
c.   Memberikan acuan melalui berbagai usaha.
d.  Membuat kaitan atau hubungan di antara materi-materi yang akan dipelajari.

B.   Menutup Pelajaran (Closure)
Menutup Pelajaran (Closure) adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhiri pelajaran dengan cara menyimpulkan secara menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya.    
Adapun tujuan menutup pelajaran adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan belajar siswa, serta keberhasilan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaaran.
Adapun Komponen keterampilan menutup pelajaran meliputi:
a.  Meninjau kembali penguasaan inti pelajaran dengan merangkum inti pelajaran.
b.  Membuat ringkasan.
c.   Mengevaluasi

6.  Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan, atau pemecahan masalah. Diskusi kelompok merupakan strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir, berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif. Dengan demikian diskusi kelompok dapat meningkatkan kreativitas siswa, serta membina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya ketrampilan berbahasa.
Komponen keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil :
1.  Memusatkan perhatian.
2.  Memperjelas masalah atau urungan pendapat.
3.  Menganalisa pandangan siswa.
4.  Meningkatkan urungan siswa.
5.  Menyebarkan kesempatan berpartisipasi.
6.  Menutup diskusi.



7.  Keterampilan Mengelola Kelas

Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
1)     Tujuan Pengelolaan kelas :
Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Djain adalah penyediaan fasilitas bagi bermaca-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional,dan intelektual di kelas.
Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto adalah agar setiap anak dikelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Sebagai indikator dari sebuah kelas tertib adalah apabila setiap anak terus bekerja, tidak macet, dan terus melakukan pekerjaan tanpa membuang waktu.
2)     Pendekatan-pendekatan dalam Pengelolaan kelas :
a.  Pendekatan Kekuasaan
b.  Pendekatan Ancaman
c.   Pendekatan Kebebasan
d.  Pendekatan Resep
e.  Pendekatan Pengajaran
f.    Pendekatan Perubahan Tingkah Laku
g.  Pendekatan Suasana Emosi dan Hubungan Sosial
h.  Pendekatan Proses Kelompok
i.    Pendekatan Electis atau Pluralistik
3)     Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas :
a.  Hangat dan Antusias
b.  Tantangan
c.   Bervariasi
d.  Keluwesan
e.  Penekanan pada hal-hal positif
f.    Penanaman disiplin diri

4)   Komponen-Komponen Keterampilan Pengelolaan Kelas :
a.  Keterampilan yang berhubungan dengan Penciptaan dan Pemeliharaan Kondisi Belajar (Bersifat Preventif), meliputi :
1)     Menunjukkan sikap tanggap.
2)     Membagi perhatian.
3)     Memusatkan perhatian kelompok.
4)     Memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas.
5)     Menegur.
6)     Memberi penguatan.
b.  Keterampilan yang berhubungan dengan Pengembangan Kondisi Belajar yang Optimal, meliputi :
1)     Modifikasi tingkah laku.
2)     Pengelolaan kelompok.
3)     Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar