Metode pas
BAB
I
BARIS
Baris
adalah suatu deret tanda bunyi yang bentuknya seperti garis miring, tegak, dan
tanda koma, terletak diatas dan dibawah huruf, yang bunyinya identik dengan
huruf vokal murni maupun semu.
Adapun
sebutan untuk jenis baris :
1.
Baris
Dasar ( ---, ---, --- )
2.
Baris
Mad ( ---, ---, --- )
3.
Baris
tanwin ( ---, ---, --- )
Fungsi
baris yaitu sebagai fokus bacaan ( pegangan ) sehingga bunyi bacaan menyatu
pada baris tersebut.
BAB
II
HURUF
Huruf adalah suatu tanda ( lambang ) bunyi yang
mempunyai bentuk dengan cirri-ciri tertentu, baik mempunyai titik penyerta atau
tidak. Huruf dalam Al-qur’an urutan abjadnya disebut huruf Hijaiyah disingkat
Rufyah yang dimulai dari Alif sampai Ya sebagai huruf dasar berjumlah 29 huruf.
Rumpun
keluarga :
1.
Ganda
:5 ﻨ ﺒ ﻴ ﺘ ﺜ
ﺨ ﺠ ﺤ 3
ﻗ ﻔ ﻮ
ﺬ ﺪ 2
ﺰ ﺮ
ﺸ ﺴ
ﻀ ﺼ
ﻈ ﻄ
ﻏ ﻋ
2.
Tunggal
·
Tinggi
ﺍ ﻠ ﻚ
·
Rendah ﻫ ﻤ
Kunci standart pengenalan huruf ialah
dengan cara membatasi penglihatan pada :
a.
Bagian
kepala huruf baik huruf dasar maupun dalam relasi 9 rangkaian
b.
Titik
penyerta :
Ø Bagian huruf
yang bertitik
Adapun jumlah titik : 1, 2, dan 3. Letak titik di
atas atau di bawah
c.
Huruf
utuh atau parsial
-
Huruf
utuh : dal, zal, zai, wau, to, zo, hamzah, alif, lam, kaf, ha.
-
Huruf
persial : nun, ha, ya, ta, sa, ha, jim, kho, fa, qof, sin, syin, sod, dod, ain,
gin, mim.
Proses
pengenalan huruf dasar ada 12 tahap
1.
Tipe
garis atau sampan
=
=
2.
Tipe
pakis WḞQ = Waw, Fa, Qof = ﻗ ,ﻓ ,ﻭ
3.
Tipe
paruh HJKh = Ha, Jim, Kho = ﺧ ,ﺠ ,ﺣ
4.
Tipe
gigi SiSy = Sin, Syin = ﺸ ,ﺴ
5.
Tipe
arit RoZa = Ro, Zai = ﺯ ,ﺮ
6.
Tipe
udang DaZa = Dal, Zal = ﻨ ,ﺩ
7.
Tipe
siku LaKa = Lam, Kaf = ﻚ ,ﻠ
8.
Tipe
tiang-layang Netral = Alif, Hamzah = ﺀ ﺍ
9.
Tipe
daun-buah HaM = Ha, Mim = ﻣ ﻫ
10.
Tipe
balon bertiang ToZo = To, Zo
= ﻅ ﻄ
11. Balon bertali SoDo = Sod, Dod = ﻀ ﺼ
12. Tipe ular ÁGhi = Ain, Ghoin =
ﻏ ﻋ
BAB III
TANDA
BACA ( Tanca)
Tanda
baca adalah suatu tanda yang umumnya terletak diatas huruf untuk mengendalikan
bunyi suatu huruf dalam ayat.
Wujud dari tanca
adalah dalam bentuk simbol huruf atau bagian kepala huruf tertentu,
seperti ( kepala huruf Wau / ﻮ), (kepala huruf sin/ﺴ ), huruf ﺝ dan lain-lain.
Tanca dilihat
dari pengaruhnya terhadap bacaan, tanca terdiri dari dua kelompok yaitu Tanca
Primer dan Skunder.
a.
Tanca
primer
Adalah kelompok Tanca yang berfungsi untuk
mengendalikan ketepatan bunyi suatu bacaan pada ayat.
·
Tanca
Sakin / Sukun ---,--- ; tanda seperti kepala huruf waw dengan maksud, huruf
dibawahnya tidak berbunyi sendiri melainkan huruf tersebut digabungkan bunyinya
dengan huruf yang berbaris di belakangnya.
Contoh :
ﺘ ﻨ ﺒ = Ban-Tu
·
Tanda
Tasdid / Sabdu --- ; adalah suatu tanda seperti kepala huruf sin dengan maksud
huruf dibawahnya sebenarnya ada dua. yang pertama sakin semu yaitu bunyinya
dikaitkan dengan huruf yang berbaris dibelakangnya. Yang kedua hurufnya
berbaris.
Proses Asal :
ﻨ ﺛ ﺛ ﻨ = nis – sin
Menjadi : ﻨ ﺛ ﻨ = ni – ssin
Contohnya :
ﺘ ﻨ ﻴ = ya - nni - ta
b.
Tanca
Sekunder ( di bahas pada BAB V )
Khusus huruf tertentu apabila
terdapat tanca sakin ‘ ‘ .
a.
Huruf
Alif / ﺍ ; kebal terhadap tanca
dan transparan / tembus oleh baris.
b.
Huruf
Hamzah ( ﺀ ), jika bersakin/ ﺀ = k (ringan)
c.
Huruf
‘Ain ( ﻋ ), jika bersakin/ ﻋ = ‘k (sengau)
d.
Huruf
Wau ( ﻮ ), jika bersakin/ ﻮ = u
e.
Huruf
Ya ( ﻴ ), jika bersakin/ ﻴ = i
Contoh :
ﻠ ﺼ ﺍ ﻮ =
wasli ﻨ ﻠ ﻋ ﺍ = I’lan
ﻨ ﺪ ﺍ ﺀ ﻴ = ya’adan ﺪ ﻮ ﻚ = kuda ﻨ ﻚ ﻴ ﺍ = ikan
BAB IV
RELASI HURUF
Relasi Huruf
( Siruf ) adalah hubungan huruf dalam bentuk suatu kata/kalimat yang
dilengkapi dengan baris dan atau tanda baca baik berangkai total, parsial,
maupun lepas.
Ekspresi suatu bunyi dari relasi
huruf (Siruf) yang dilengkapi tanda baris maupun tanda baca disebut dengan
Relasi Bacaan.
Untuk mengetahui suatu siruf /
bacaan dalam membentuk kalimat / ayat, apakah bias berangkai / tidak, atau
bentuknya tetap / berubah, maka perlu diketuhai unsur-unsur / Elemen Relasi
huruf, yang meliputi :
a.
Unsur
Posisi
Untuk mengetahui letak / posisi
huruf dalam suatu bacaan yang terdiri
dari :
1)
Posisi
huruf dasar / asli
2)
Posisi
dalam siruf, baik pada posisi 1 (huruf awal), posisi 2 (huruf tengah), posisi 3
(huruf akhir)
b.
Sifat
Huruf
Sifat huruf dalam menempati
posisinya, terdiri dari :
1)
Mandiri,
berarti hurufnya tidak dapat dirangkai dalam semua posisi, dalam siruf
menggunakaan salah satu dari huruf Alif, Wau, atau Ya ( AWY ).
2)
Egoistis,
ialah huruf yang dalam relasi hanya dapat diposisi ke 3, sedangkan bila
menempati 1 / 2 maka akan terjadi pengalihan nama / inisial, atau huruf
tersebut akan rancu.
3)
Elastis,
adalah huruf didalam relasi dapat / bebas memasuki ke-3 posisi (posisi
1,2,&3). Tetapi bentuk hurufnya selain masih tetap / identik, ada beberapa
yang megalami perubahan / variasi.
c.
Bentuk
Huruf dalam Relasi
Sesuai poin b.3) di atas, maka
sifat huruf yang elastis berpengaruh pada bentuk huruf asal / dasar, sehingga
dapat dikelompokkan :
1)
Bentuknya
tetap / identik (mono bentuk), meliputi :
Huruf
Mandiri : 1 huruf, yaitu : ﺀ
a. Huruf Egoistis : 6
huruf, yaitu : ﻮ , ﺯ , ﺮ , ﺬ , ﺪ ,ﺍ
b. Huruf Elastis :
17 huruf, yaitu : ﻞ , ﻅ , ﻄ , ﺾ , ﺺ ,ﺶ ﺱ
, ﺡ ﺥ , ﺝ , ﻒ , ﻖ , ﺚ , ﺖ , ﻱ , ﺐ , ﻥ
2)
Bentuknya
berubah / variatif (multi bentuk) :
Terjadi untuk 5 huruf yaitu :
a)
Kaf
/ ﻜ berubah diposisi 1 dan
2
Ha / ﻫ ; Mim / ﻣ ; ‘Ain / ﺀ ; Ghoin / ﻏ ; berubah diposisi 2
& 3.
BAB V
KAIDAH BACAAN ( KACA )
A. Bacaan / relasi khusus
Relasi
Khusus adalah suatu bacaan / kalam yang terdiri dari huruf tertentu dibaca
secara khusus sesuai dengan sebutan asli dari huruf tersebut dan hanya terdapat
di awal 29 surah.
Susunan huruf pada kalam dan
terdapat dalam surah tertentu, meliputi :
·
1
hrf. (3 surah) : S.38*, S.50, S.68
·
2
hrf. (9 surah) : S.20, S.27, S.36, S.40-41, S.43-46.
·
3
hrf. (13 surah) : S.1,3,29-32, S.10-12,14,15, S.26,28
·
4
hrf. (2 surah) : S.7,13
·
5
hrf. (2 surah) : S.19,24
Catatan : * = surah ke-
Jenis kalam dari 29 surah hanya
ada 14 jenis bacaan, yaitu :
a. =
Sooooood
b. = Qoooooof
c. = Nuuuuuun
d. = Too-haa
e. =
Too-Siiiiiin
f. = Yaa-Siiiiiin
g. = Haa-Miiiiiim
h. = Aliflaaaaaam-Miiiiiim
i.
= Aliflaaaaaam-Roo
j.
= Too-Siiiiiin-Miiiiiim
k. = Aliflaaaaaam-Miiiiiim-Sooooood
l.
= Aliflaaaaaam-Miiiiiim-Roo
m.
=
Kaaaaaaf-Haa-Yaa-‘Aiiiiiin-Sooooood
n. = Haa-
Miiiiiim-‘Aiiiiiin- Siiiiiin-Qoooooof
Ket. : --- = 2 harkat/ 2 ketukan/ 2 lipatan jari
tangan.
---
= 6 harkat/ 6 ketukan/ 6 lipatan jari tangan.
B.
AL
( اﻟ ) : Alif Lam
1.
Pengertian
: huruf AL adalah suatu huruf perangkat setting / dual yang terdiri dari huruf
Alif & Lam dan merupakan awalan bunyi / suara dari kata / kalimat.
2.
AL
ada 2 kelompok yaitu : Alif-Lam
Qomariyah (ALqom) dan Alof-Lam Syamsiah (Alsyam).
3.
Alqom
huruf nya dapat dibaca sedangkan Alsyam hurufnya tidak dapat dibaca. Selain
Al-Qomsyam, ada huruf AL yang tidak bisa dibaca melewati bunyi huruf Alifnya,
seperti : Alqou, Alhimni, Alqo. Keanggotaan Alqom & Alsyam berjumlah 14
huruf.
-Huruf dominan adalah huruf
kedua setelah AL dan yang menentukan ciri / sifat AL tersebut.
4.
Perbedaan
Alqom & Alsyam yaitu :
-
Alqom =
terdapat tanda sakin ‘ ‘ ,
hanya ada baris, dan AL dirangkai dengan hrf. berbaris
dibelakangnya
-
Alsyam =
tidak ada tanda sakin, selain baris ad tanda tasdid ‘ ‘ , dan AL tidak dirangkai /
dibaca, kecuali hrf. yang
berbaris dibelakang langsung dibaca pada hrf.
dominannya.
5.
LAM
JALALAH
Adalah huruf lam yang terdapat
pada kalam Allah ( ﷲ ) asalnya
dari + menjadi satu kesatuan. Cara membaca
kalam Allah ada 2, yaitu dengan cara :
1. Biasa / Normal, bila
dibelakangnya huruf berbaris dibawah.
2. Tebal / Sengau, bila
dibelakangnya huruf berbaris atas.
C.
HURUF
KOMBINASI
1.
Pengertian
Huruf kombinasi adalah huruf yang
secara fisik / lambangnya terlihat satu tetapi dari sisi pembacaan / fungsinya
ada 2 huruf / suara.
2.
Kombinasi
Huruf kombinasi (kombi / dual)
ada 2 yaitu :
a.
Huruf
lam-alif, terdiri dari unsur : ﻟ dan ا , sehingga menjadi ﻻ .
Pada umumnya huruf lam-alif ini berada di awal kalam.
b.
Huruf
(Ta-Bulat / Sanggul 0 yang terdiri dari unsur :
·
Ta
/ ﺘ :
yang selalu memiliki baris.
·
Ha
/ ﻫ :
dengan fungsi bersakin semu.
Huruf ini selalu berada diakhir kata /
kalam.
3.
Proses
Evaluasi Huruf Kombi
·
Lam-Alif
terdiri dari lam dan alif menjadi satu bentuk kesatuan huruf yaitu ﻻ
·
Ta-Bulat
terdiri dari huruf Ta dan Ha menjadi satu bentuk kesatuan huruf yaitu ﺓ
4.
Cara
membaca huruf kombinasi
1)
Pada
ﻻ , alifnya baik berbaris atau fungsinya adalah
sebagai mad / tidak berbunyi sehingga huruf yang berbunyi hanya lam.
2)
Cara
membaca huruf ta-bulat ( ﺓ ) yang
selalu berada diakhir kata, tidak dapat dibaca sekaligus / berurutan untuk
bunyi kedua hurufnya (ta dan ha), melainkan gantian, yaitu :
a.
Dapat
dibaca Ta / ﺘ apabila barisnya masih terus berlanjut tanpa
berhenti.
b. Apabila bacaan yang dihentikan
berakhir pada huruf ﺓ maka yang difungsikan
adalah ha / ﻫ (bersakin
semu).
A.
FUNGSI AWY ( Alif, Wau, dan Ya )
1.
Pengertian
:
Fungsi AWY adalah kedudukan huruf
Alif, Wau, dan Ya pada kalam / kata di dalam relasi ayat.
2.
Kedudukan
/ Fungsi AWY di dalam relasi ayat ada 5, dengan cirri-cirinya sbb :
a.
Sebagai
Mad / Saksi atau pemanjang bunyi suatu kata, apabila :
- Alif tanpa baris mengiringi huruf
berbaris di atas ( ا --- )
- Wau bersakin ( ﻮ ) mengiringi huruf
berbaris di depan ( ﻮ --- )
- Ya bersakin ( ﻱ ) mengiringi huruf bersakin di bawah ( ﻱ --- )
b.
Sebagai
penyerta / pelengkap suatu kalam, apabila :
- Alif tanpa baris mengiringi ﻮ di akhir kata ( ﻮا --- )
- Wau tanpa tanca / baris,
mengiringi huruf berbaris mad di atas
( ﻮ --- )
- Ya tanpa titik, baris dan tanca,
mengiringi huruf berbaris mad di atas ( ﯼ --- )
c.
Sebagai
penopang / perumahan huruf hamzah / ﺀ , apabila :
- AWY tidak berbaris, dan
- Hamzah dalam kondisi bersakin
( ﺀ ) atau berbaris
d.
Sebagai
kombinasi bunyi ( kecuali Alif ) dan bukan sebagai mad, dimana fungsinya sama
seperti huruf lainnya. Baris yang mengikuti berlawanan dengan fungsinya sebagai
mad.
e.
Sebagai
mandiri, fungsinya sama seperti huruf lainnya, sepanjang huruf didepannya tidak
ada yang bersakin / bertasdid.
Catatan :
Untuk 2.b & c, pada
prinsipnya AWY tidak terbaca / sebagai pelengkap dan penopang huruf umumnya.
B. NUN-SAWIN
1.
Istilah
dan Pengertian
a.
Istilah
: Nun-Sawin adalah singkatan dari :
- Nun Sakin / bersakin ( ), dan
- Nun didalam baris tanwin ( --- , --- , --- )
Sawin.
b.
Pengertian
:
Nun-Sawin adalah suara Nun, baik
dalam bentuk Nun bersakin, maupun yang berwujud baris tanwin dalam suatu bacaan
kalam / ayat.
c.
Fokus
Nun-Sawin terletak pada ’’bunyi’’/ suara Nun / .
2.
Cara
Membaca Nun-Sawin
Apabila pada suatu kalam / antara
kalam, terdapat Nun-Sawin bertemu dengan huruf lainnya maka cara membacanya di
bagi 2 kelompok :
a.
Di
baca biasa / normal apabila bertemu 20 huruf.
b.
Dibaca
secara Deviasi Adaptasi, apabila bertemu 9 huruf dan dibagi dalam 3 variasi,
yaitu Suara Nun Sawin di baca :
1.
Luluh
/ korban bunyi, jika berjumpa 5 huruf : Lam, Ro, Waw, Ya, dan Mim.
2.
Pemalingan
/ penukaran kepada Mim.
3.
Joint
/ kombinasi konsonan sengau “NG” jika
bertemu Qof & Kaf.
C. WAQOF
1.
Pengertian
Waqof adalah keadaan seorang
pembaca menghentikan suatu bacaan ayat pada posisi tertentu.
2.
Penyebab
Waqof
a.
Nafas
darurat
b.
Tanda
waqaf (TW)
c.
Tanda
lain dengan isyarat tertentu
3.
Tanda
Waqof :
a.
Tw.
Lazim : م
b.
Tw.
Nahi : ﻻ
c.
Tw.
Jaiz : ﺝ
d.
Tw.
Waslu Ula :
e.
Tw.
Wagfu Ula :
f.
Tw.
Mu’anaaqoh :
g.
Tanda
Saktah :
4.
Kaifiyat
/ Cara Waqof
Prinsipnya ada 3 cara mewaqofkan
bacaan, yaitu dengan melihat pada huruf / baris terakhir suatu kata / kalimat :
a.
Menetapkan
bacaan yang akhirannya ditandai dengan kode / indeks.
b.
Dengan
mendekat / mengulangi bunyi n = u / meluluhkan baris satu dari tanwin.
c.
Dengan
mendekat / menghilangkan bunyi dan hurufnya bersakin semu.
D. WASHOL
1.
Pengertian
Washol adalah keadaan seorang
pembaca apakah setelah menghentikan suatu bacaan / menyambung kembali bacaan
pada kalam berikutnya.
2. Cara Washol :
a.
Melanjutkan
diujung waqof bacaan.
b.
Mundur
satu kata atau lebih dari tempat waqof bacaan
3. Tanda washol dan nun-washol
4. Shofr Mustatil dan Mustadir
a.
Shofr
Mustatil adalah bulatan lonjong diatas alif ( )
Cara membacanya :
·
Jika
Waqaf : dibaca bermad (panjang)
·
Jika
Washol : dibaca non mad (pendek)
b.
Shofr
Mustadir adalah bulatan kecil diatas alif
Info yg bermanfaat. Mkasih saudaraku ADMIN, semoga jadi amal jariyah. Aamiin..
BalasHapus